PURWOREJO, 02 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memperkuat mutu institusi, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus sosialisasi ke Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) pada Selasa, 30 Juni 2026.
Kunjungan strategis ini disambut langsung oleh jajaran rektorat UM Purworejo. Fokus utama dari pertemuan ini adalah membuka peluang bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Dosen di lingkungan UM Purworejo untuk memperoleh sertifikasi kompetensi profesi yang diakui secara nasional.

Ragam Skema Sertifikasi untuk Dosen dan Tendik
Perwakilan dari LSP Muhammadiyah, Filosa, menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan penawaran serta peluang emas bagi civitas akademika UM Purworejo dalam meningkatkan daya saing profesi melalui skema sertifikasi yang spesifik.
“Hadirnya LSP Muhammadiyah dalam silaturahmi dengan LSP UM Purworejo ini untuk memberikan penawaran dan peluang kepada tendik maupun dosen untuk mendapatkan sertifikasi di bidang tertentu, seperti Teknisi Laboratorium, Pustakawan, Pendamping UMKM, sampai skema Peneliti,” ujar Filosa.
Dengan adanya skema-skema tersebut, diharapkan para dosen dan tendik tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki bukti legalitas kompetensi yang kuat di bidang keahliannya masing-masing.
Dukungan Penuh Rektor: Dorong Kompetensi dan Akreditasi
Rektor UM Purworejo, Teguh Wibowo, menyambut positif inisiatif kerja sama ini. Menurutnya, sertifikasi kompetensi memiliki dampak ganda (double impact), baik bagi perkembangan individu staf maupun bagi institusi secara keseluruhan.
“Kami menyambut baik kedatangan LSP Muhammadiyah, karena dengan adanya sertifikasi untuk tendik maupun dosen, hal ini akan mendorong peningkatan kemampuan tendik dan dosen serta secara administratif akan mendukung akreditasi prodi maupun universitas,” ungkap Teguh Wibowo.
Mengapa Sertifikasi Kompetensi Melalui LSP Muhammadiyah Sangat Vital?
Dalam paparan presentasinya, LSP Muhammadiyah menjabarkan beberapa urgensi penting mengapa program sertifikasi profesi ini wajib diikuti oleh para dosen dan tendik:
- Peningkatan Poin Akreditasi: Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu komponen penilaian penting dalam mendongkrak status akreditasi Program Studi maupun Universitas.
- Legalitas Resmi Negara: Seluruh sertifikat diterbitkan langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memberikan pengakuan legal berskala nasional atas keahlian spesifik yang dimiliki.
- Profesionalisme Terukur: Menjamin tata kelola dan standar kerja SDM di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja modern.
Beragam Pilihan Skema Sertifikasi yang Ditawarkan
Untuk mengakomodasi kebutuhan civitas akademika UM Purworejo, sosialisasi tersebut membedah beberapa skema unggulan:
- Sektor Tendik (Sarana Akademik): Tersedia skema Pustakawan (analisis informasi pemustaka & manajemen sirkulasi) serta Teknisi Laboratorium (perencanaan kerja lab & implementasi K3).
- Sektor Dosen (Tridharma Perguruan Tinggi): Dibuka skema Peneliti yang berfokus pada publikasi global dan HAKI, skema Instruktur untuk pelatihan berbasis kompetensi, serta skema Pendamping UMKM demi mengoptimalkan program pengabdian masyarakat.
- Sektor Komunikasi & Keagamaan: Menghadirkan skema Humas (strategi komunikasi dan media sosial) hingga skema unik Maharah Kalam untuk menguji kefasihan komunikasi verbal bahasa Arab dosen dan pengelola.
Melalui sosialisasi ini, LSP Muhammadiyah dan UM Purworejo berharap langkah awal silaturahmi ini dapat segera diwujudkan dalam program kerja nyata, demi mencetak SDM kampus yang kompeten, profesional, dan berkemajuan. (LSP Muhammadiyah)