Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sukses menggelar Uji Kompetensi Nazhir Wakaf Skema Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf pada Minggu (27/9/2026) di Santika Meeting Room, Bandung. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh 20 asesi yang merupakan nazhir wakaf di bawah naungan Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Muhammadiyah Jawa Barat.
Uji kompetensi ini digelar untuk memastikan para pengelola aset wakaf memiliki kualifikasi nasional yang terstandarisasi. Melalui asesmen ini, LSP Muhammadiyah berkomitmen mendorong para nazhir agar mengantongi sertifikasi resmi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga tata kelola dan pengembangan harta benda wakaf di lapangan dapat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Proses asesmen dilakukan menggunakan metode observasi, di mana para asesi sebelumnya telah membekali diri melalui rangkaian pelatihan yang selaras dengan unit-unit kompetensi skema terkait. Seluruh rangkaian uji kompetensi berjalan dengan lancar dan tertib. Berdasarkan penilaian menyeluruh, tim asesor merekomendasikan seluruh peserta dinyatakan “Kompeten”.
Manager Sertifikasi Profesi LSP Muhammadiyah, Dr. H. Jarot Wahyudi, S.H. M.A. sekaligus Asesor LSP Muhammadiyah yang bertugas dalam kegiatan ini menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan MPW Muhammadiyah Jawa Barat. Ia berharap sinergi ini dapat terus berlanjut demi melahirkan lebih banyak nazhir yang tersertifikasi di berbagai daerah.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap para nazhir yang telah dinyatakan kompeten tidak hanya mendapatkan pengakuan secara legalitas oleh negara, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu dan keahliannya secara nyata. Semoga penguatan kompetensi ini menjadi pemantik dalam mengoptimalkan potensi dan produktivitas aset-aset wakaf, khususnya di wilayah Jawa Barat,” ujar Manajer Sertifikasi LSP Muhammadiyah.

LSP Muhammadiyah sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme para peserta dari MPW Muhammadiyah Jawa Barat selama proses asesmen berlangsung. Kami berharap para nazhir yang telah tersertifikasi ini dapat langsung menerapkan standar kompetensi BNSP di lembaga masing-masing guna mengoptimalkan potensi wakaf produktif di Jawa Barat. (LSP Muhammadiyah)