YOGYAKARTA – Langkah nyata dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing tinggi kembali ditunjukkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah. Pada Sabtu (13/6), LSP Muhammadiyah sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi (Ujikom) Mandiri untuk skema Instruktur.
Agenda krusial ini mengambil tempat di ruang utama LSP Muhammadiyah, Lantai 2 Gedung Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 103, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.
Dimulai tepat pukul 10.30 WIB, proses sertifikasi berjalan dengan sangat lancar dan tertib. Ujikom Mandiri kali ini diikuti oleh dua orang asesi (peserta ujian) yang tangguh. Keahlian mereka diuji secara objektif dan mendalam oleh seorang asesor kompetensi profesional melalui metode asesmen yang komprehensif, mulai dari sesi wawancara mendalam hingga penilaian portofolio yang ketat untuk memvalidasi rekam jejak pengalaman nyata peserta.
Bukan Sekadar Ujian, Tapi Ruang Evaluasi Diri

Pelaksanaan Ujikom Mandiri skema Instruktur ini menjadi tolak ukur penting untuk memastikan bahwa para asesi tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional di bidangnya.
Mustiawan, salah satu asesi, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya setelah melewati proses ujian yang dinamis ini.
“Perasaan saya setelah mengikuti ujian ini tentu merasa senang dan mendapatkan pengetahuan baru terkait dengan kompetensi-kompetensi instruktur dari asesor. Ini juga menjadi evaluasi bagi kita, khususnya saya pribadi, agar lebih bisa mengetahui kompetensi apa saja yang perlu disiapkan untuk menjadi instruktur.”
Validasi Profesional Jalur Non-Akademik
Di sisi lain, Zakirin selaku Asesor Kompetensi dari LSP Muhammadiyah yang bertugas, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas kepesertaan kali ini. Menurutnya, kesiapan mental dan dokumen para peserta sangat matang.
“Asesi hari ini alhamdulillah sangat antusias dan karena mereka sudah berpengalaman, maka tentunya mereka sudah mempersiapkan bukti-bukti dan persiapan yang sangat matang,” ungkap Zakirin.
Beliau juga menegaskan betapa pentingnya sertifikasi mandiri ini di era industri modern sebagai pembuktian keahlian yang sah.
“Sertifikasi kompetensi ini sangat penting bagi mereka yang ingin memiliki validasi atau pembuktian profesionalitas, dan sangat berguna bagi mereka yang ingin membuktikan kompetensinya melalui jalur non-akademik. Melalui jalur kompetensi ini, bisa dilakukan pembuktian bahwa mereka memang profesional,” tambahnya mantap.
Di akhir sesi, Zakirin mengajak seluruh elemen masyarakat—khususnya warga Muhammadiyah—untuk memanfaatkan kesempatan sertifikasi mandiri di LSP Muhammadiyah. Langkah ini dipandang sebagai strategi jitu untuk mendongkrak kualitas, legalitas keahlian, serta daya saing profesional di pasar kerja global.