
JAKARTA – Di tengah tuntutan publik terhadap transparansi lembaga filantropi, LSP Muhammadiyah mengambil langkah konkret untuk memperkuat kualitas SDM. Melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi (Ujikom) kolektif bagi amil Lazismu Pusat, Muhammadiyah memastikan bahwa pengelolaan dana umat dilakukan oleh tenaga profesional yang tersertifikasi secara nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, pada Senin (11/05) ini diikuti oleh 11 amil terpilih. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen persyarikatan dalam menjaga amanah dan profesionalisme di tubuh Lazismu.
Mengapa Sertifikasi Amil Itu Penting?
Profesionalisme pengelola zakat kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan teknis. LSP Muhammadiyah hadir sebagai garda terdepan untuk menjamin mutu kompetensi di lingkungan persyarikatan agar sejalan dengan standar pemerintah.
Ibu Muarawati, asesor ahli yang bertugas, menjelaskan bahwa proses ini menggunakan metode portofolio.”Kami melakukan uji kompetensi skema portofolio untuk membuktikan bahwa pengalaman kerja para amil telah memenuhi standar kompetensi nasional yang ditetapkan Kemenaker,” jelasnya.
Dampak Strategis Sertifikasi bagi Pengelolaan Zakat
Penerapan sertifikasi melalui LSP Muhammadiyah membawa perubahan signifikan pada ekosistem filantropi:
- Standarisasi Nasional: Menyelaraskan kinerja amil dengan standar hukum dan industri filantropi di Indonesia.
- Peningkatan Kepercayaan Publik: Amil yang tersertifikasi memberikan rasa aman bagi muzakki (pemberi zakat) bahwa dana mereka dikelola secara transparan.
- Keberlanjutan Organisasi: Membangun sistem SDM yang unggul dan kompetitif secara jangka panjang.
Rincian Skema Uji Kompetensi
Dalam pelaksanaan Ujikom kali ini, sebanyak 11 asessi (peserta) dinyatakan telah melewati proses penilaian dengan lancar. Fokus pengujian dibagi menjadi dua area krusial dalam tata kelola zakat:
- Skema pelaksanaan pendistribusian dan pendayagunaan zakat: Diikuti oleh 6 orang amil.
- Skema pelaksanaan pengumpulan zakat: Diikuti oleh 5 orang amil.
Dengan sertifikasi ini, para amil tidak hanya memiliki dedikasi spiritual, tetapi juga pengakuan teknis yang sah.
Langkah Nyata Lazismu Menuju Tata Kelola Kelas Dunia
Keberhasilan 11 amil Lazismu Pusat dalam meraih sertifikasi nasional melalui LSP Muhammadiyah menandai babak baru profesionalisme lembaga. Dengan “paspor” kompetensi yang sah, para pengelola zakat ini kini memiliki standar mutu yang lebih baik dalam melayani masyarakat. Ke depan, langkah sertifikasi ini akan terus diperluas guna memastikan seluruh ekosistem filantropi Muhammadiyah tetap kredibel, akuntabel, dan tepercaya.